Analisis Dimensi Kinerja Organisasi Publik pada Layanan Administrasi Desa Bayur Kidul
DOI:
https://doi.org/10.52423/neores.v7i3.1329Keywords:
Akuntabilitas, Aparatur desa, Kinerja, pelayanan publik, responsivitasAbstract
Penelitian ini menganalisis kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan publik di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan sekretaris desa serta warga yang pernah mengakses layanan administrasi. Analisis menggunakan lima dimensi kinerja organisasi publik, yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi dasar berjalan secara fungsional, tetapi belum sepenuhnya sistematik. Namun, pelayanan masih terkendala penggunaan komunikasi informal melalui WhatsApp dan ketergantungan pada keberadaan pejabat penandatangan. Warga menilai pelayanan cukup membantu dan responsif, terutama dalam pengurusan administrasi, penanganan keluhan, tetapi waktu tunggu, ketidaklengkapan dokumen, serta sinkronisasi data kependudukan masih menjadi kendala. Akuntabilitas dijaga melalui evaluasi berkala dan musyawarah desa, meskipun pengelolaan layanan berbasis data belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pelayanan publik desa memerlukan standar pelayanan yang jelas, perangkat digital sederhana, pencatatan pengaduan, sinkronisasi data berkala, serta edukasi masyarakat mengenai persyaratan administrasi.
References
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2000). The new public service: Serving rather than steering. Public Administration Review, 60(6), 549–559. doi:10.1111/0033–3352.00117
Dinillah, R. R., & Rodiyah, I. (2024). Kinerja aparatur desa dalam pelayanan administrasi kependudukan di Desa Watesari. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 646–661. doi:10.52423/neores.v5i2.217
Dwiyanto, A., Partini, Ratminto, Wicaksono, B., Tamtiari, W., Kusumasari, B., & Nuh, M. (2017). Reformasi birokrasi publik di Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. doi:10.21831/hum.v21i1.38075
Farida, I., & Lestari, A. (2021). Implementation of e-government as a public service innovation in Indonesia. RUDN Journal of Public Administration, 8(1), 72–79. doi:10.22363/2312–8313–2021–8-1–72–79
Grindle, M. S. (2004). Good enough governance: Poverty reduction and reform in developing countries. Governance, 17(4), 525–548. doi:10.1111/j.0952–1895.2004.00256.x
Hajar, S., & Arma, N. A. (2024). Co-creating public value into digital-based public service innovation in the village governance. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 14(3), 516–531. doi:10.26618/ojip.v14i3.15891
Hidayat, R. (2025). Critical factors influencing the implementation of digital government: The case of population administration service. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 9(3), 706–727. doi:10.24198/jmpp.v9i3.64366
Janssen, M., & van der Voort, H. (2016). Adaptive governance: Towards a stable, accountable and responsive government. Government Information Quarterly, 33(1), 1–5. doi:10.1016/j.giq.2016.02.003
Liva, G., Codagnone, C., Misuraca, G., Gineikyte, V., & Barcevicius, E. (2020). Exploring digital government transformation: A literature review. ACM International Conference Proceeding Series, 502–509. doi:10.1145/3428502.3428578
Masrich, A., Muhammad, A. S., Heriningsih, S., Mustanir, A., Suharto, S., & Suswaini, E. (2023). Public service innovation towards smart villages: Between expectation and realisation in Melikan Village. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 7(1), 123–140. doi:10.24198/jmpp.v7i1.45939
Mayasiana, N. A., Maharani, I. S., & Munawaroh, L. (2026). Reinventing public service delivery through digital civil registration in Jember Regency, Indonesia. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 10(1), 20–38. doi:10.24198/jmpp.v10i1.67799
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Noviyanti, D., Atthahara, H., Adiarsa, S. R., & Priyanti, E. (2022). Efektivitas kinerja aparatur desa dalam pelayanan publik kepada masyarakat di Desa Balongsari. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(5), 289–297. doi:10.5281/zenodo.6470284
Nurfadilah, R., & Priyanti, E. (2023). Efektivitas pemerintah desa dalam pelayanan publik di Desa Mekarjaya. Community Development Journal, 4(4), 6998–7001.
OECD. (2020). The OECD digital government policy framework: Six dimensions of a digital government. OECD Public Governance Policy Papers, No. 2. OECD Publishing. doi:10.1787/f64fed2a-en
Osborne, S. P. (2018). From public service-dominant logic to public service logic: Are public service organizations capable of co-production and value co-creation? Public Management Review, 20(2), 225–231. doi:10.1080/14719037.2017.1350461
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.
Ramdani, E. M., Artisa, R. A., Abubakar, R. R. T., & Andikaputra, F. A. T. (2026). Digital leadership as a driver of village transformation: An empirical study in Pleret Village, Bantul Regency. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 10(1), 157–173. doi:10.24198/jmpp.v10i1.65512
Septiandika, V., Supriyanto, S., Maksin, M., Oktarina, R. A., & Wulandari, N. (2025). Kajian kuantitatif hubungan kompetensi aparatur dan penggunaan teknologi informasi terhadap kualitas pelayanan publik. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(2), 165–180. doi:10.52423/neores.v6i2.1142
Sumarni, S., Ameliya, A., & Kurnianto, A. (2024). Evaluasi kinerja aparatur pemerintah desa di Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik, 27(1), 43–62. doi:10.31845/jwk.v27i1.863
Sundberg, L., & Holmström, J. (2024). Citizen-centricity in digital government research: A literature review and integrative framework. Information Polity, 29(1), 55–72. doi:10.3233/IP-220047
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
United Nations. (2024). E-government survey 2024: Accelerating digital transformation for sustainable development. United Nations Department of Economic and Social Affairs.
Wicaksono, E., & Ilyas, S. M. (2022). Analisis kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan publik. Jurnal Bina Bangsa Ekonomika, 15(1), 84–96. doi:10.46306/jbbe.v15i1.157
Wirtz, B. W., Weyerer, J. C., Becker, M., & Müller, W. M. (2022). Open government data: A systematic literature review of empirical research. Electronic Markets, 32(4), 2381–2404. doi:10.1007/s12525–022–00582–8
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Zahwa, A. S., Muradi, M., & Yuningsih, N. Y. (2024). Pelayanan administrasi kependudukan berbasis electronic government melalui website Pindang Cemplung di Kabupaten Jepara tahun 2022–2023. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 747–761. doi:10.52423/neores.v5i2.291
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan is licensed under a