Stakeholder Analysis dalam Pengelolaan Dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.52423/neores.v7i2.1297Keywords:
masyarakat adat, partisipasi masyarakat, stakeholder analysis, tanggung jawab sosial dan lingkungan, tata kelola kolaboratifAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis stakeholder analysis dalam pengelolaan Dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada wilayah berbasis sumber daya alam. Persoalan utama yang dikaji meliputi ketepatan identifikasi pemangku kepentingan, ketimpangan kekuatan dan legitimasi antaraktor, lemahnya relasi antarpemangku kepentingan, keterbatasan keterlibatan masyarakat, serta munculnya resistensi terhadap kebijakan perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan dari pemerintah daerah, perusahaan, lembaga adat, DPRD, Majelis Rakyat Papua, media, dan masyarakat adat. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan TJSL belum dilakukan secara inklusif dan partisipatif. Perusahaan cenderung dominan dalam pengambilan keputusan, sementara keterlibatan masyarakat adat, sub-suku, tokoh perempuan, dan kelompok terdampak belum representatif. Relasi antarpemangku kepentingan belum terbangun melalui forum komunikasi terstruktur dan berkelanjutan sehingga memicu konflik, rendahnya transparansi, dan resistensi masyarakat. Identifikasi pemangku kepentingan belum komprehensif, distribusi kekuatan timpang, dan sikap dukungan bersifat dinamis bergantung pada pemenuhan hak masyarakat.
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. doi:10.1093/jopart/mum032
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. doi:10.1080/01944366908977225
Berenschot, W., Dhiaulhaq, A., Hospes, O., Adriana, R., & Afrizal. (2024). The accumulation of speculative land claims: Land formalisation and land conflicts in Indonesia. Land Use Policy, 138, 107050. doi:10.1016/j.landusepol.2024.107050
Bryson, J. M. (2004). What to do when stakeholders matter: Stakeholder identification and analysis techniques. Public Management Review, 6(1), 21–53. doi:10.1080/14719030410001675722
Carroll, A. B. (1991). The pyramid of corporate social responsibility: Toward the moral management of organizational stakeholders. Business Horizons, 34(4), 39–48. doi:10.1016/0007-6813(91)90005-G
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative governance regimes. Washington, DC: Georgetown University Press.
Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Boston, MA: Pitman Publishing.
Ghani, M. W. (2025). Palm oil plantations in Papua: Land grabbing and human rights violation of indigenous Papuans. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1534, 012018. doi:10.1088/1755-1315/1534/1/012018
Hambloch, C., Kennedy, S., & Tomei, J. (2021). Land formalization turned land rush: The case of oil palm in Papua New Guinea. Land Use Policy, 109, 105529. doi:10.1016/j.landusepol.2021.105529
Han, Z., Wei, Y., Bouckaert, F., Johnston, K., & Head, B. (2024). Stakeholder engagement in natural resources management: Where go from here? Journal of Cleaner Production, 435, 140521. doi:10.1016/j.jclepro.2023.140521
Han, Z., Wei, Y., Johnston, K., & Head, B. (2023). Stakeholder engagement in natural resources for energy transitions governance. Resources Policy, 86, 104141. doi:10.1016/j.resourpol.2023.104141
Li, T. M. (2018). After the land grab: Infrastructural violence and the “mafia system” in Indonesia’s oil palm plantation zones. Geoforum, 96, 328–337. doi:10.1016/j.geoforum.2017.10.012
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Newbury Park, CA: Sage Publications.
Liu, Y., Heinberg, M., Huang, X., & Eisingerich, A. B. (2023). Building a competitive advantage based on transparency: When and why does transparency matter for corporate social responsibility? Business Horizons, 66(4), 517–527. doi:10.1016/j.bushor.2022.10.004
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mitchell, R. K., Agle, B. R., & Wood, D. J. (1997). Toward a theory of stakeholder identification and salience: Defining the principle of who and what really counts. Academy of Management Review, 22(4), 853–886. doi:10.5465/amr.1997.9711022105
Newig, J., Jager, N. W., Challies, E., & Kochskämper, E. (2023). Does stakeholder participation improve environmental governance? Evidence from a meta-analysis of 305 case studies. Global Environmental Change, 82, 102705. doi:10.1016/j.gloenvcha.2023.102705
Reed, M. S., Graves, A., Dandy, N., Posthumus, H., Hubacek, K., Morris, J., Prell, C., Quinn, C. H., & Stringer, L. C. (2009). Who’s in and why? A typology of stakeholder analysis methods for natural resource management. Journal of Environmental Management, 90(5), 1933–1949. doi:10.1016/j.jenvman.2009.01.001
Sayer, J., Yuliani, E. L., Boedhihartono, A. K., Wijaya, A., Pacheco, P., & Yanuartha, A. (2021). Challenges faced by smallholders in achieving sustainable palm oil certification in Indonesia. World Development, 146, 105612. doi:10.1016/j.worlddev.2021.105612
Villamor, G. B., Wang, Y., & Le, H. D. (2024). Corporate social responsibility: Current state and future opportunities in the forest sector. Corporate Social Responsibility and Environmental Management, 31(4), 2746–2762. doi:10.1002/csr.2743
Wang, X., Fu, Y., & Qin, Y. (2024). Connecting the dots: A systematic review of corporate social responsibility, information asymmetry, and economic implications. Corporate Social Responsibility and Environmental Management, 31(5), 4123–4145. doi:10.1002/csr.2843
Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Selatan Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pengakuan, Perlindungan dan Penghormatan Hak Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Sorong Selatan. (2022).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian. (2023).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. (2021).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan is licensed under a